Minggu, 10 Mei 2020

SAGUSABLOG Online Meretas Kesenjangan Mutu Guru Indonesia



sumber: sagusablog.com

SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) yang diprakarsai oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan diselenggarakan secara GRATIS oleh @mrmung sebagai invator dan narasumber dengan menggunakan media aplikasi telegram membuka tirai yang menyelimuti ruang diklat atau workshop bagi para guru di timur Indonesia untuk ikut meningkatkan kompetensi profesi dalam melakukan inovasi pembelajaran berbasis IT.

Inovasi pembelajaran yang dilakukan dalam workshop ataupun diklat berbasis IT di bagian Timur Indonesia terutama Maluku sangat jarang dilakukan baik terbatasnya mata diklat atau program yang direncanakan oleh Balai Diklat maupun lembaga-lemabaga Pendidikan terkait sehingga menjauhkan para guru dengan dunia Inovasi berbasis Internet kecuali bagi para guru yang pingin mandiri.

Video Pembelajaran Kelas 3 Tema 8 Subtema 1 PPKn

Selamat menyaksikan video pembelajarannya, semoga bermanfaat


Video Pembelajaran Kelas 3 Tema 8 Subtema 1 SBDP


Selamat menyaksikan video pembelajaran ini, semoga bermanfaat



Materi Kelas 3 Tema 8 Subtema 1 Aku Anggota Pramuka

Berikut materi kelas 3 tema 8 subtema 1 " Aku Anggota Pramuka" semoga bermanfaat

Silabu Pembelajaran kelas 3 Tema 8 Subtema 1 Pb 1

Berikut ini perangkat pembelajaran berupa Silabus kelas 3 Tema 8 Subtema 1 Pb 1

RPP Kelas 3 Tema 8 Sub Tema 1 Pb 1

Berikut ini perangkat pembelajaran berupa RPP kelas 3 Tema 8 Subtema 1 Pb 1


Ujian Online

Silakah kerjakan soal-soal berikut ini !

Sekilas Tentang Rumah Baca Anak Nagari (RBAN)



Rumah Baca Anak Nagari (RBAN), salah satu sudut baca di Sumatera Barat, tepatnya di kota wisata yang terkenal dengan Jam Gadang, Pasar atas, Pasar Bawah, Lobang Jepang dan berbagai tempat wisata yang menawarkan keindahan alam dan nilai-nilai sejarah.

Rumah Baca Anak Nagari yang berlokasi di jalan Kusuma Bhakti No. 12 Simpang Taman Ujung By Pass Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Berdekatan dengan Gulai Bancah Bukittinggi. RBAN berdiri 4 Desember 2017. Ide didirikan rumah baca bermula dari keperihatian Sry Eka Handayani, M.Pd (Pendiri Rumah Baca Anak Nagari)  dengan kondisi anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya yang jauh dari buku, sehingga minat baca sangatlah rendah. Anak-anak tersebut disibukan dengan gadget dengan berbagai permainan yang kurang mendidik didalamnya.

Sabtu, 09 Mei 2020


Kata Pendidikan karakter hal yang tidak asing lagi kita dengarkan. Apalagi bagi guru dan siswa disekolah-sekolah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) juga terpapar secara tersurat berbagai kompetensi yang bersangkutan dengan karakter di samping intelektualitas. Ini semua menandakan bahwa sesungguhnya pendidikan bertugas mengembangkan karakter sekaligus intelektualitas berupa kompetensi peserta didik. 

Guru dan Rumah Baca dalam Literasi


Seorang pendidik, guru tidak lepas dari dunia literasi. Berawal dari sebuah keresahan akan kondisi sosial masyarakat terkhusus bagi anak-anak generasi bangsa yang kian hari kian tergerus oleh efek negatif dari kemajuan teknologi. Sry Eka Handayani, M.Pd yang berprofesi sebagai guru SDN 10 SAPIRAN Bukittinggi merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu demi masa depan bangsa yang lebih baik melalui dunia literasi. Mendirikan Rumah Baca Anak Nagari yang mempunyai misi "menumbuhkan minat baca mencerdaskan bangsa" merupakan langkah nyata seorang guru wanita dari ranah Minangkabau.
Berikut video singkat seorang guru SD yang mendirikan Rumah baca, semoga menginspirasi
Salam literasi!

HARDIKNAS ONLINE


Tanggal 2 Mei adalah  momen bersejarah di dunia pendidikan. Semua perhatian terpusat pada hari tersebut, dimana tanggal dan bulan itu merupakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS).  Pemerintah  jauh-jauh hari sudah mempersipakan agenda tersebut semeriah mungkin, bahkan sebelum hari pendidikan diselenggarakan perlombaan atau kegiatan- kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
Perayaan hardiknas di tahun tahun sebelumnya biasanya dilaksanakan dengan menggelar upacara bendera di lingkungan sekolah TK, SD, SMP dan SMA/SMK baik negeri maupun swasta dengan penuh hidmat serta dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan dalam rangka memeriahkan hari pendidikan nasional dengan rasa suka cita sebagai wujud syukur atas kemerdekaan belajar di negeri Indonesia tercinta ini. Perayaan Hardiknas tahun ini sangat jauh berbeda, suasana sepi, sunyi, tidak ada keceriaan di Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020. Kondisi yang tidak kita inginkan oleh siapa saja. Inilah "Duka" pendidikan.  Hari yang seharusnya diwarnai dengan keceriaan, kegembiraan dan suka cita itu tidak tampak dihari bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Semua menunduk, berefleksi "belajar dari Covid-19". Sebuah fenomena yang tidak lazim sepanjang sejarah peradaban di negeri ini.

SAGUSABLOG Online Meretas Kesenjangan Mutu Guru Indonesia

sumber: sagusablog.com SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) yang diprakarsai oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan diselenggarakan ...